Pelawak senior Aom Kusman meninggal tepat saat azan Subuh pertama, sekitar pukul 04.09 WIB, Jumat (23/12). Pria kelahiran 24 Juni 1946 itu meninggal di usia 65 tahun.
Pelawak yang terkenal lewat serial Si Kabayan itu meninggal di rumahnya, Jalan Rajamantri Tengah III No 1, RT 4 RW 14, Kelurahan Turangga, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung.
Almarhum artis dan pembawa acara Aom Kusman Kartanagara, dimakamkan di kampung halamannya yang berada di Kampung Cimaragas, Desa Ngamplangsari, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Jumat, 23 Desember 2011 sekitar pukul 15.00 WIB.
Sebelum dimakamkan, jenazah disemayamkan dan disalatkan terlebih dahulu di rumah duka. Jenazah tiba di Garut sekitar pukul 14.20 WIB dengan dibawa mobil ambulan Percikan Iman.

Aom Kusman
Aom Kusman menghembuskan napas terakhirnya pukul 04.25 WIB di rumahnya. Sebelum meninggal, dia sempat dirawat di RS Imannuel Bandung selama seminggu akibat penyakit diabetes. Ia meninggalkan seorang istri, Poppy Sewu, dan dua anak, Silvi Kusman, 36 tahun, dan Bugi Kusman, 31 tahun. Aom Kusman Kartanagara lahir di Sukabumi, 24 Juni 1946. Namun, dia besar di Garut hingga tamat sampai SMA. Pendidikannya dilanjutkan ke Fakultas Hukum Unpad.
Almarhum dikebumikan di pemakaman keluarga tepat di samping kedua orang tuanya, Moh. Noh. Kartanagara yang merupakan Bupati Garut ke-12. Aom adalah anak kelima dari tujuh bersaudara. Dalam acara pemakaman yang diiringi ratusan pelayat itu, tampak hadir Rektor Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Ganjar Kurnia. Namun sayang, tidak ada satu pun petinggi negara yang hadir. Mereka hanya mewakilkannya, termasuk Gubernur Jawa Barat dan Bupati Garut.
Sepeninggal aktor kawakan Aom Kusman, menyimpan kesan tersendiri bagi produser maupun kalangan artis. Kang Aom itu disayang produser dan sangat familiar di kalangan artis,” kata Ketua Forum Film Bandung (FFB) Eddy D Iskandar, yang ditemui di Bandung, Jawa Barat.
Aom Kusman juga sosok multi talenta. Aktif melawak, mc, presenter radio, juga penyanyi. Eddy menuturkan, film yang dibintanginya di antaranya Serial Si Kabayan (1989), Jual Tampang (1990) dan Glen Kemon Mudik (1989).
Sebelum terjun di dunia film, lanjut Eddy, Aom Kusman sudah tenar di publik Bandung sebagai penyiar radio bersama sahabatnya, almarhum Kang Ibing. Konsep penyiaran yang diusungnya tergolong baru pada era 70-an itu. Dia menggabungkan humor sambil memutar lagu.
.


